NARASISULUT.COM,BITUNG-Kepala Dinas Perpustakaan Kota Bitung, Merlin Wulur, M.Pd, menegaskan komitmennya mendorong tumbuhnya budaya literasi berbasis kearifan lokal saat membuka secara resmi Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Berbasis Konten Budaya Lokal di SKB Manembo-nembo, Rabu (16/11/2025). Kegiatan ini dirancang sebagai ruang penguatan kapasitas menulis sekaligus upaya strategis melestarikan budaya melalui karya tulis.

Laporan kegiatan disampaikan oleh Vievy Mailangkay, yang menekankan bahwa program ini menjadi wahana edukasi bagi peserta untuk memahami dan menuliskan kembali kekayaan budaya lokal secara tepat, autentik, dan bernilai edukatif. Agenda ini juga sejalan dengan berbagai regulasi nasional, mulai dari UU No. 43/2007 tentang Perpustakaan hingga regulasi teknis terkait pembinaan literasi dan pengembangan perpustakaan.
Dalam sambutannya, Merlin Wulur menegaskan bahwa masyarakat Kota Bitung memiliki modal budaya yang kaya dan sangat layak diangkat dalam karya tulis.

“Kita semua yang hidup dekat dengan budaya lokal paling tahu apa yang harus diangkat. Namun dalam menulis, tetap harus menjaga nilai edukasi. Jangan mengangkat hal negatif tanpa kepastian kebenaran. Tulisan harus membangun, memberi informasi, dan mencerdaskan,” tegas Merlin Wulur.
Ia menambahkan bahwa seluruh karya peserta akan dihimpun menjadi buku antologi budaya lokal Kota Bitung. Karena itu, peserta diharapkan menghasilkan tulisan otentik berbasis riset ringan yang mencerminkan pemahaman terhadap tradisi dan lingkungan sosial masing-masing.
Merlin juga memberikan apresiasi terhadap capaian literasi Kota Bitung di tingkat nasional, termasuk keberhasilan konten resensi buku oleh siswa SD dan SMP yang mewakili Sulawesi Utara.
“Anak-anak Kota Bitung sudah terbukti cerdas dan kreatif. Tugas kita adalah membuka ruang dan membiasakan konsep menulis. Budaya kita luas, mulai dari makanan seperti tuna dan cakalang, ritual, tradisi kampung, hingga seni dan drama kolosal. Semuanya layak diangkat,” ujarnya.
Bimtek ini menghadirkan beragam peserta, mulai dari pustakawan, pengelola perpustakaan, mahasiswa, guru, hingga masyarakat umum. Kegiatan ini membawa empat misi utama:
Meningkatkan kompetensi penulis pemula, Mendorong lahirnya penulis kreatif yang melestarikan kearifan lokal, Mengembangkan komitmen literasi berbasis budaya daerah, Membangun ekosistem kepenulisan produktif di Kota Bitung.
Peserta diberi waktu hingga Sabtu untuk mengumpulkan artikel sebelum masuk ke sesi pendalaman materi.
Tiga narasumber dihadirkan dalam kegiatan ini:
Sovian Lawendatu – Teknik Penulisan Artikel, Yelly Walansendow (Dosen De La Salle) – Literasi Berbasis Kearifan Lokal, Raymond Katuuk – Tata Penulisan Artikel
Mereka memberikan pemahaman teknis dan inspirasi mengenai bagaimana budaya lokal dapat dikemas menjadi tulisan akademis yang tetap menarik dan mudah diakses pembaca nasional.
Bimtek Literasi Berbasis Konten Budaya Lokal ini menjadi bagian penting dari strategi Pemerintah Kota Bitung dalam memperkuat kesadaran literasi sejak dini. Didukung penuh oleh Bunda Literasi Kota Bitung, para pendidik, dan pustakawan, kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan generasi penulis muda yang mampu mempopulerkan budaya lokal Bitung melalui karya tulis berkualitas pada tingkat nasional.
