NarasiSulut, Minahasa – Suasana tenang di pesisir Pantai Tinggian, Desa Kolongan, Kecamatan Kombi, mendadak berubah tegang pada Minggu (22/2/2026). Seekor buaya liar terlihat muncul di perairan yang biasa digunakan warga dan wisatawan untuk berenang serta bersantai.
Kemunculan satwa predator tersebut pertama kali diketahui dari rekaman warga yang berada di sekitar pantai. Dalam hitungan jam, informasi itu menyebar luas dan menjadi perbincangan hangat, terutama di kalangan pelaku usaha wisata yang menggantungkan aktivitas ekonomi dari kunjungan akhir pekan.
Pantai Tinggian selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi favorit di pesisir Kecamatan Kombi. Setiap akhir pekan, kawasan ini dipadati pengunjung lokal yang datang bersama keluarga. Karena itu, keberadaan buaya di sekitar area berenang sempat menimbulkan kekhawatiran serius, terutama bagi keselamatan anak-anak dan wisatawan yang beraktivitas di air.
Merespons situasi tersebut, warga dan nelayan setempat bergerak cepat melakukan pemantauan di sekitar lokasi kemunculan. Dengan koordinasi bersama aparat dari Polsek Kombi, upaya pengamanan dilakukan secara hati-hati guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Dari keterangan pihak kepolisian, buaya liar tersebut akhirnya berhasil diamankan oleh nelayan di sekitar Pantai Tinggian. Proses penangkapan berlangsung penuh kewaspadaan dan tanpa menimbulkan korban.
Pasca penangkapan, kondisi di kawasan pantai dilaporkan kembali kondusif. Meski demikian, pihak kepolisian tetap mengimbau masyarakat, pengunjung, serta pengelola tempat wisata di sepanjang pesisir Kecamatan Kombi agar meningkatkan kewaspadaan. Warga juga diminta segera melapor jika melihat tanda-tanda keberadaan satwa liar di sekitar pantai.
Langkah antisipatif ini dinilai penting demi menjaga keselamatan pengunjung sekaligus mempertahankan kenyamanan dan citra destinasi wisata di wilayah pesisir Kombi. (AS)
