Oplus_131072
NarasiSulut, Minahasa — Drama pengejaran pelaku pencurian anjing yang menghebohkan Desa Tulap, Kecamatan Kombi, akhirnya menemukan babak baru. Satu dari komplotan pencuri yang sempat tiga hari bersembunyi di hutan berhasil diamankan warga pada Selasa (2/12/2025). Menariknya, sebelum diserahkan ke aparat, warga setempat sempat memberi pelaku makanan karena kondisinya yang terlihat lemah.
Penangkapan ini melanjutkan peristiwa sebelumnya pada Minggu (30/11/2025), ketika salah satu anggota komplotan terlebih dulu dibekuk warga setelah mobil yang mereka gunakan terperosok saat berusaha kabur. Insiden tersebut bahkan memicu massa yang geram hingga membakar kendaraan para pelaku.
Kapolsek Kombi, Iptu Allen Pop Lariwu, membenarkan rangkaian peristiwa tersebut.
“Benar, kejadian awal berlangsung sekitar pukul 04.00 Wita. Warga berhasil mengamankan salah satu pelaku pertama pada Minggu pagi,” ujarnya.
Pelaku yang ditangkap belakangan diidentifikasi berinisial VER, warga Karombasan Selatan. Ia disergap warga Tulap sekitar pukul 08.30 Wita, kemudian digiring ke kantor desa sebelum dijemput petugas kepolisian.
Saat ini, pelaku berada di Polsek Kombi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Menurut Kapolsek, komplotan pencurian anjing itu menggunakan dua mobil dalam aksinya. Namun, upaya melarikan diri gagal ketika salah satu mobil mereka keluar jalur dan terperosok. Tiga orang yang berada di dalam kendaraan itu kemudian memilih melarikan diri ke arah hutan.
“Barang bukti yang kami amankan berupa mobil Avanza hitam DB 1710 ML dan belasan anjing yang sudah tidak bernyawa,” ungkap Iptu Allen.
Ia menambahkan, pihaknya juga tengah menelusuri keberadaan sebuah telepon genggam yang diduga milik pelaku dan tertinggal di dalam mobil.
Dengan tertangkapnya satu lagi pelaku, aparat berharap bisa segera mengungkap jaringan pencurian anjing yang belakangan meresahkan warga di wilayah Kombi dan sekitarnya. (AS)
