NarasiSulut.com, Rumengkor Satu — Tekad untuk membawa Desa Rumengkor Satu ke arah yang lebih berkembang dan sejahtera mendorong Martsindy A. Rasuh, S.Pd, resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Hukum Tua. Ia tampil dengan gagasan yang menekankan kemajuan desa melalui tata kelola pemerintahan yang terbuka dan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.
Dalam penyampaiannya, Martsindy menegaskan bahwa pembangunan desa harus menyentuh seluruh aspek kehidupan warga, bukan sekadar pembangunan fisik. Ia mengusung visi “Rumengkor Satu maju, mandiri, dan sejahtera melalui pelayanan prima, transparansi, serta keberpihakan pada kebutuhan masyarakat.”
Untuk merealisasikan visi tersebut, berbagai langkah strategis telah disiapkan. Di antaranya adalah mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lewat penguatan sektor UMKM, pertanian rumah tangga, serta peningkatan kesejahteraan secara menyeluruh. Ia juga menaruh perhatian besar pada terciptanya pemerintahan yang jujur, terbuka, dan responsif, dengan pelayanan publik yang cepat dan tanpa diskriminasi.
Selain itu, pemberdayaan pemuda dan perempuan menjadi bagian penting dalam programnya. Ia berharap kedua kelompok ini dapat berperan aktif sebagai motor penggerak pembangunan desa yang kreatif dan mandiri. Partisipasi masyarakat juga dinilai penting untuk memastikan pembangunan berjalan berkesinambungan.
Dalam rencana kerjanya, Martsindy menyoroti beberapa sektor utama. Pada bidang pemerintahan, ia berkomitmen menghadirkan pelayanan administrasi yang sederhana dan efisien, serta menjamin keterbukaan informasi bagi masyarakat. Kedisiplinan aparatur desa juga menjadi fokus perhatian.
Di sektor pembangunan, prioritas akan diberikan pada perbaikan infrastruktur seperti jalan, drainase, dan fasilitas umum, serta penataan lingkungan yang bersih dan sehat. Sementara di bidang kemasyarakatan, ia mendorong peningkatan kegiatan sosial, keagamaan, dan budaya, serta penguatan keamanan lingkungan.
Untuk pemberdayaan masyarakat, program pengembangan UMKM melalui dukungan BUMDes dan koperasi akan terus didorong, disertai pelatihan keterampilan bagi pemuda dan ibu rumah tangga. Pendampingan usaha kecil diharapkan mampu meningkatkan ekonomi keluarga secara nyata.
Tak hanya itu, kesiapsiagaan menghadapi bencana juga menjadi perhatian, dengan rencana pembentukan tim siaga desa serta mekanisme penyaluran bantuan yang cepat dan tepat sasaran.
Martsindy Rasuh yang saat ini tengah menanti ujian akhir di Universitas Negeri Manado, optimistis latar belakang pendidikannya dapat menjadi bekal untuk menghadirkan pemerintahan desa yang profesional, berintegritas, dan berpihak pada masyarakat. (AS)
