NarasiSulut.com, Minahasa – Kemajuan teknologi digital harus diimbangi dengan karakter, integritas, serta kepedulian terhadap masyarakat. Mahasiswa bidang informatika dan komputer diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi yang membawa perubahan positif bagi bangsa.

Hal tersebut menjadi pesan utama pendiri Perhimpunan Mahasiswa Informatika dan Komputer Nasional Republik Indonesia (PERMIKOMNAS RI), Akmal Budi Yulianto, dalam sambutannya pada Musyawarah Nasional (MUNAS) Ke-IX PERMIKOMNAS RI Tahun 2026 yang berlangsung di Universitas Negeri Manado, Sulawesi Utara, 2 November 2026.
Sambutan Akmal disampaikan oleh Mokhamad Cucu Zakaria, Deputi Direksi Wilayah X BPJS Kesehatan.
Dalam pesannya, Akmal mengingatkan bahwa PERMIKOMNAS harus menjadi tempat bagi mahasiswa untuk mengembangkan kapasitas diri, membangun karakter, serta menempa jiwa kepemimpinan. Organisasi mahasiswa, menurutnya, tidak boleh hanya dipandang sebagai sarana mendapatkan posisi atau memperluas pergaulan.
“Organisasi yang hebat bukanlah organisasi yang hanya mampu melahirkan pengurus baru, tetapi organisasi yang mampu melahirkan pemimpin baru,” demikian pesan Akmal.
Ia mengaku bangga melihat PERMIKOMNAS tetap bertahan dan berkembang hingga memasuki penyelenggaraan MUNAS yang kesembilan. Perjalanan panjang tersebut menjadi bukti bahwa organisasi memiliki ruang penting dalam mempersiapkan generasi muda yang mampu mengambil peran dalam pembangunan bangsa.
Akmal juga menilai bahwa proses berorganisasi memberikan banyak pelajaran berharga bagi mahasiswa, mulai dari keberanian mengemukakan pendapat, menerima perbedaan, membangun komunikasi, menyelesaikan persoalan, hingga bertanggung jawab terhadap kepercayaan yang diberikan.
Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), analisis data, komputasi awan, dan keamanan siber, mahasiswa informatika dinilai memiliki peluang besar untuk berkontribusi dalam berbagai sektor pembangunan.
Meski demikian, kemajuan teknologi harus tetap berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan. Mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan inovasi yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga menjawab kebutuhan masyarakat, seperti mendukung dunia pendidikan, membantu pengembangan UMKM, serta meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.
“Teknologi boleh semakin cerdas, tetapi manusia harus semakin bijaksana,” menjadi salah satu pesan penting dalam sambutan tersebut.
Pengalaman BPJS Kesehatan dalam menjalankan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) turut menjadi contoh bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Salah satunya melalui layanan digital Mobile JKN yang mempermudah peserta mengakses berbagai kebutuhan administrasi kepesertaan.
Menurut Akmal, keberhasilan digitalisasi tidak cukup dinilai dari banyaknya sistem atau aplikasi yang berhasil dikembangkan. Hal terpenting adalah sejauh mana teknologi tersebut mampu memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Keberhasilan transformasi digital bukan diukur dari berapa banyak aplikasi yang kita bangun, tetapi dari berapa banyak persoalan masyarakat yang berhasil kita selesaikan,” ungkapnya dalam sambutan.
Pada kesempatan tersebut, Akmal juga menyampaikan lima hal penting yang perlu menjadi pegangan seluruh kader PERMIKOMNAS.
Pertama, mengutamakan integritas dalam setiap tindakan sebelum mengejar berbagai pencapaian. Kedua, terus meningkatkan kemampuan teknologi tanpa mengabaikan nilai kemanusiaan. Ketiga, membangun kerja sama dan memelihara persaudaraan meskipun terdapat perbedaan pandangan.
Keempat, menjadikan organisasi sebagai ruang untuk menghasilkan karya dan kegiatan yang bermanfaat. Kelima, mempersiapkan diri menjadi calon pemimpin bangsa yang mampu menjawab tantangan masa depan.
Ia turut mendorong agar PERMIKOMNAS memperkuat program-program nyata dan berkesinambungan, di antaranya riset bersama antarperguruan tinggi, peningkatan kompetensi digital mahasiswa, pendampingan pelaku UMKM, sosialisasi keamanan siber, hingga pengembangan teknologi yang berdampak langsung bagi kehidupan masyarakat.
Terkait pelaksanaan MUNAS, Akmal berharap forum tersebut dapat berlangsung sebagai proses demokrasi yang menjunjung tinggi kedewasaan dalam berorganisasi. Perbedaan pilihan dalam menentukan pemimpin merupakan hal yang wajar, namun persatuan dan tujuan bersama harus tetap menjadi prioritas.
“Dalam organisasi, kita boleh berbeda pilihan, tetapi jangan pernah kehilangan tujuan,” pesannya.
Lebih jauh, MUNAS Ke-IX PERMIKOMNAS RI diharapkan tidak sekadar menjadi agenda pergantian kepengurusan, melainkan momentum untuk mengevaluasi perjalanan organisasi, memperkuat visi, serta membangun kepemimpinan baru yang memiliki integritas dan orientasi pada kemajuan bersama.
Akmal juga menekankan pentingnya keterlibatan alumni dan para senior dalam mendukung kaderisasi. Pengalaman mereka diharapkan dapat menjadi bekal dan referensi bagi mahasiswa yang sedang mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja maupun berbagai bidang pengabdian.
Ia mengingatkan mahasiswa agar memanfaatkan masa perkuliahan sebagai kesempatan membangun kemampuan dan karakter. Berbagai pengalaman dalam organisasi, seperti memimpin rapat, merancang kegiatan, bekerja dalam tim, dan menyelesaikan tanggung jawab, merupakan bagian dari proses pembentukan pemimpin masa depan.
“Jangan hanya bercita-cita menjadi orang sukses. Bercita-citalah menjadi orang yang kehadirannya memberikan manfaat bagi banyak orang,” demikian pesan penutup Akmal.
Melalui pelaksanaan MUNAS Ke-IX Tahun 2026, PERMIKOMNAS RI diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai wadah pengembangan mahasiswa informatika dan komputer yang berkarakter, berintegritas, kreatif, serta mampu memanfaatkan kemajuan teknologi untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan kemajuan Indonesia. (AS)
